Agustus 2019 siang itu, aku ingat betul pertama kali kamu datang padaku. Datang buat keperluan yang sebenarnya nggak penting, tapi aku nggak peduli. Aku tetap mau menyambutmu untuk sekedar memperlakukanmu dengan baik. Lama-kelamaan, kamu selalu datang dengan alasan konyol yang tidak pernah kupermasalahkan, karena aku akan terus menerimamu kembali dengan senang hati. Niat awal yang sekedar bantu kini berubah jadi aku dan kamu yang saling butuh. Kita, maksudku kau dan aku terus menjalani hubungan ini tanpa kejelasan yang pasti. Karena buatku, denganmu sudah cukup. Buatku, didekatmu sudah buat aku senang sekali rasanya. Tapi, ternyata ini adalah jalan salah yang telah diambil. Karena kedepannya akan ada banyak kata seharusnya yang dikeluarkan oleh kita berdua, seperti Seharusnya aku tak menerimamu datang waktu itu Seharusnya aku tak memilihmu waktu itu Seharusnya kita cukup mengenal saja Seharusnya tak perli ada interaksi berlebih Daaan, masih banyak lagi kata 'seharusnya' yang be...