Hari ini pagi yang dingin, ditemani gemericik hujan dan AC kantor yang ku setting di angka 22. Pagi ini kuputuskan sebuah langkah baru. Langkah untuk meyakini bahwa aku menikmati hidupku, meski justru terbesit keraguan ketika aku menuliskannya. Aku menikmati dan mensyukuri bahwa pagi ini; pagi-pagi sekali aku harus berada di kantor satu jam sebelum jam kerjaku di mulai karena aku harus menumpang pada tetanggaku yang depan. Aku mensyukuri bahwa setidaknya tetanggaku tersebut adalah Kakak sepupuku dari keluarga Ayah. Aku mensyukuri bahwa aku tidak perlu menaiki angkutan umum/ kota pagi-pagi buta sekali demi sampai sebelum jam delapan. Aku hanya perlu ikut menumpang, meski kemudian turun dan melanjutkan perjalanan. Sendirian. Karena selanjutnya kami berbeda tujuan. Aku bersyukur bahwa aku selalu datang ke kantor sebelum jam 8, tidak pernah terlambat meski pernah ada insiden motor yang kubawa mati di jalanan. Aku bersyukur bahwa meski mati di jalan, motor ter...
Selamat Tahun Baru. Selamat tahun baru, meski terlambat mengucapkan hampir setengah bulan lamanya. Selamat tahun baru, meski belum ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selamat tahun baru, meski mimpi itu bahkan sudah tidak ada. Selamat. Tetaplah ucapkan selamat pada diri sendiri meski kemenangan yang didapat hanya sekedar bertahan. Selamat, karena engkau tetap kuat. Selamat, meski lebih seringnya ingin menyerah engkau tetap menang dan tidak kalah. Meski juga kau ucapkan selamat pada dirimu dengan keadaan gelisah, kamu tetap melewati semuanya dengan hebat. Kamu tetap berharga. Kamu tetap ciptaan terbaik dari sang pencipta. Selamat tahun baru, dan semoga kau temukan kembali dirimu yang kian hilang itu. Semoga meski kamu tetap tidak jadi dirimu yang dulu, kamu menemukan dirimu yang jauh lebih bersinar dan jauh lebih baik dari yang sebelumnya. :)