Langsung ke konten utama

Postingan

Hujan di Sabtu Pagi

Hari ini pagi yang dingin, ditemani gemericik hujan dan AC kantor yang ku setting di angka 22.  Pagi ini kuputuskan sebuah langkah baru. Langkah untuk meyakini bahwa aku menikmati hidupku, meski justru terbesit keraguan ketika aku menuliskannya.  Aku menikmati dan mensyukuri bahwa pagi ini; pagi-pagi sekali aku harus berada di kantor satu jam sebelum jam kerjaku di mulai karena aku harus menumpang pada tetanggaku yang depan. Aku mensyukuri bahwa setidaknya tetanggaku tersebut adalah Kakak sepupuku dari keluarga Ayah.  Aku mensyukuri bahwa aku tidak perlu menaiki angkutan umum/ kota pagi-pagi buta sekali demi sampai sebelum jam delapan. Aku hanya perlu ikut menumpang, meski kemudian turun dan melanjutkan perjalanan. Sendirian. Karena selanjutnya kami berbeda tujuan.   Aku bersyukur bahwa aku selalu datang ke kantor sebelum jam 8, tidak pernah terlambat meski pernah ada insiden motor yang kubawa mati di jalanan. Aku bersyukur bahwa meski mati di jalan, motor ter...
Postingan terbaru

Selamat Tahun Baru

 Selamat Tahun Baru. Selamat tahun baru, meski terlambat mengucapkan hampir setengah bulan lamanya. Selamat tahun baru, meski belum ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selamat tahun baru, meski mimpi itu bahkan sudah tidak ada. Selamat. Tetaplah ucapkan selamat pada diri sendiri meski kemenangan yang didapat hanya sekedar bertahan. Selamat, karena engkau tetap kuat. Selamat, meski lebih seringnya ingin menyerah engkau tetap menang dan tidak kalah.  Meski juga kau ucapkan selamat pada dirimu dengan keadaan gelisah, kamu tetap melewati semuanya dengan hebat. Kamu tetap berharga. Kamu tetap ciptaan terbaik dari sang pencipta.  Selamat tahun baru, dan semoga kau temukan kembali dirimu yang kian hilang itu. Semoga meski kamu tetap tidak jadi dirimu yang dulu, kamu menemukan dirimu yang jauh lebih bersinar dan jauh lebih baik dari yang sebelumnya. :)

Apa itu ghosting?

 Semua perpisahan itu menyakitkan. Baik secara yang baik-baik, apalagi yang tiba-tiba menghilang. Apa itu ghosting? Dilansir dari berbagai sumber di internet, ghosting adalah sebuah perilaku ketika seseorang atau kenalanmu yang dekat dengan kamu menghilang secara tiba-tiba dan memutus komunikasi denganmu. Berpisah itu sakit. Hilang kontak dengan seseorang yang dekat juga menyakitkan. Apalagi secara tiba-tiba menghilang tanpa memberikan penjelasan.

Aku nggak suka hal yang merepotkan

 Aku adalah kebebasan. Aku adalah lambang bebas yang terkunci dan tersembunyi. Aku, kebebasan. Aku sesuatu yang berdikari. Aku tidak diatur oleh siapa-siapa kecuali yang memiliki; Tuhan pemilik semesta. Aku mengikuti aturannya, dan segala hal di luar itu bukan urusanku.

Tidak ada yang ditinggalkan; tidak ada yang hilang.

 Aku hanya salah satu puzzle tambahan. Aku hanya mengisi bagian yang tidak ada kekurangan. Aku hanya salah satu opsi yang juga tidak masuk dalam bagian. Tanpaku, tidak ada yang hilang. Tanpaku, ia sama sekali tidak berkurang. Tanpaku, dunianya masih biru meski tanpanya aku kelabu. Dia tidak meninggalkan apapun. Dirinya dan hidupnya tetap utuh. Dia tetap sempurna. Dia tidak ada minusnya. Dia akan terus menjalani hidupnya dengan baik-baik saja. Sementara, yang lainnya tidak begitu. yang lainnya adalah aku. yang lainnya harus meninggalkan sesuatu untuk dapat menerima dia sebagai bagian. yang lainnya akan kebingungan jika dia hilang.   Apa yang lainnya harus terus berlari dan sembunyi agar tidak ada yang tertinggal dan hilang? Karena hilang sebelumnya juga begitu terasa. Aku tidak mau menjadi bagian dalam sesuatu kemudian dipaksa untuk meninggalkan tempat itu. Hilangmu dariku akan membuatku kacau, sementara aku tahu bahwa hadirku di hidupmu bahkan hanya sekedar saja. Hilang yang t...

Selesai tanpai dimulai

Sumber: pixabay Kita Selesai; Kita yang tidak pernah menjadi kita ini mesti usai. Kita mempermainkan waktu. Waktu yang semestinya dijaga. Kita mempermainan semesta. Semesta yang sudah mengijinkan bersama. Bersama yang seharusnya tidak menjadi apa-apa. Bersama yang sepatutnya sewajarnya saja. Kita mendustainya. Harum masakan yang dibuat oleh teman menemaniku siang hari ini. Menemani aktivitas menulisku yang sesekali. Kebiasaan menulis yang hanya ketika aku sedang merasa patah hati. Mungkin ia merasa iba atas segala yang terjadi. Katanya, sudah kamu tunggu saja di ruang depan.  Mesti kutuliskan bagian mana atas selesainya cerita yang tidak juga dimulai ini? Pada bagian kamu yang selalu datang kepadaku, dan sekarang meminta untuk berhenti, atau pada bagian aku menyukaimu tapi tidak sanggup kukatakan untuk jangan pergi? Atau, tidak perlu kubicarakan apa-apa lagi atas segala hal yang terjadi karena ini memang konsekuensi yang sudah kuambil? Semuanya misteri. Terlalu misteri buatku yang ...

Maaf, aku mengulang buku itu lagi

  (Sumber: https://pixabay.com/photos/flower-autumn-garden-plant-nature-4425488/)      Ceritanya tetap sama. Bukunya itu-itu saja. Tidak ada yang berubah. Buku usang itu masih memiliki daya pikatnya sendiri untukku. Padahal sudah kujanjikan untuk tidak membuka halamannya, karena aku akan menangis ketika sampai pada BAB-BAB yang tidak kusuka. Buku itu meminta dibaca kembali olehku, padahal tidak mampu memberikan akhir yang aku mau.  Buku usang favoritku. Cerita lama yang aku idamkan sejak dulu. Buku usang yang tidak mampu aku simpan rapat-rapat agar tidak membuatku sesak. Buku usang yang masih sama, namun berani-beraninya kubuka ketika aku telah mengetahui akhir cerita sedihnya.      Sayangnya, itu bukan sekedar buku. Bukan pula sekedar cerita lalu. Itu soal perasaan yang tidak juga hilang.Soal perasaan yang seharusnya tidak lagi dirasakan. Itu bukan buku. Itu bukan cerita semata. Iu adalah kisah yang pernah dilalui sebelumnya. Kali ini bahkan...