Hei, selamat malam juga. Maaf tidak berbicara langsung dan justru menghindarimu berulang kali. Maaf juga tidak pernah menuliskan atau mempublish mu seolah kamu tidak penting, padahal tidak begitu sama sekali. Karena untukku, kamu hadiah yang terlalu cepat diberikan oleh semesta dan aku sangat takut hadiah itu akan ia ambil kembali seperti sebelum-sebelumnya. Aku masih ingin menjagamu ketimbang mengenang mu. Aku juga ingin kita selamanya. Aku ingin kamu, aku ingin melakukan segala hal denganmu pula dan kuharap kamu adalah takdirku. Aku hanya tidak ingin kita terburu-buru dan akhirnya kamu pergi meninggalkanku. Aku ingin kita berjalan beriringan. Jangan ajak aku berlari. Karena sungguh aku payah untuk melakukannya. Jangan juga pergi walaupun aku meminta. Karena juga sungguh aku tak pernah tahu apa yang aku rasa. Yakinkan aku. Yakinkan aku meskipun itu artinya kamu harus melakukannya setiap waktu. Aku menyangimu dengan sisa-sisa hati yang ku miliki. Dengan luka-luka masa laluku dan d...