[Sumber gambar: Pixabay] Jalanan ini tak bertuan. Oh mungkin berpuan, kata suara di seberang sana. Tidak Nona. Jalanan ini milik semesta. Jalanan ini milik khalayak ramai. "Lantas ini milik siapa?" Sekali lagi. Jalanan itu tak berpunya. Itu milik Tuhan. Termasuk alam semesta. Tidak hanya jalanan. "Lalu apa itu kewenangan setiap daerah, Tuan?" Ya. Itu hanya kepemilikan nama lahan. Sesungguhnya ini tetap punya Tuhan. Pun kita semua. Semua makhluk di bumi. Semua barang, juga properti. Apalagi alam yang kiranya begitu luas ini. Aku tidak mengerti, Tuan. Lalu untuk apa kita dilahirkan? Tidak semua hal mesti kita mengerti. Ada hal-hal yang diluar batas kapasitas kita sebagai manusia. Ah perkataanmu tidak mampu menjawabnya Tersenyum. Tersenyumlah Nona. Pada Era ini kau tidak perlu memusingkan apa-apa. Hanya perlu jalani. Terus berjalan. Lurus atau berbelok. Tidak masalah. Apa itu artinya hidup ini tanpa tujuan? Tidak. Sepanjang jalan yang dilewati membawa kita pada tempa...