pagi itu udara begitu sejuk
buat siapapun enggan bangun
tapi kita harus bangkit
melawan segala perasaan
padahal cuacanya begitu nyaman untuk tidur kembali
kasur dan guling pun begitu mpak bersekongkol
katanya kamu perlu memejamkan mata
sebentar saja dan terus mngulangnya
"bangun sayang!"
teriakan lembut seorang malaikat penyabar itu terppaksa membuatku urung melanjutkan mimpi
mimpi yang sampai kapan pun cuma jadi mimpi belaka
hanya ada dalam angan
"ibu aku sedang bermimpi bagus"
omelnya tak terima dengan mulut mengerucut
"sebagus apapun itu'kan cuma mimpi"
hei, ternyata benar.
orang yang paling mungkin mematahkan sayapmu adalah orang tuamu sendiri
"cepat bangun, makan dan mandi"
"baik komandan"
ia kembali tidur setelah ibu pergi. benar-benar anak nakal.
"anak gadis kenapa belum bangun juga? anak gadis begini harusnya membantu ibu mengurus rumah, ini hanya disuruh mandi dan makan saja susah"
kali ini nadanya terdengar sedikit geram. ibu tidak juga bosan untuk membangunkan anak gadisnya yang begitu menyebalkan.
"lima menitt ibu"
gadis itu tak juga membuka mata.
ibu menyibak gorden. cahaya berebutan masuk membuat anak gadisnya membuka mata.
"lho kok panas, bukannya sedang hujan, bu?"
"hujannya waktu subuh, sekarang sudah reda"
"mimpimu hanya sebatas hujan?"
"ibuuuu, bukan"
"matikan AC-mu biar tidak bermimpi hujan terus"
"iya ibu"
"cepat bangun"
"iya ibu"
akhirnya. mau tidak mau anak gadis itu harus menurut. dia akan selalu kalah.
"mimpi itu diwujudkan dengan tindakan yang nyata, bukan tidur"
memangnya apa? aku tidak bermimpi apapun, bu.
aku terlalu takut. takut kalau ternyata mimpiku tidak terwujud karena semua inginku harus terpenuhi. aku tidak siap gagal dan kecewa, bu. padahal kita hidup dengan tujuan dan mimpi-mimpi tapi kenapa aku tidak berani? aku minta maaf telah menjadi anak penakut, bu.
Komentar
Posting Komentar