Katanya, segala rasa yang kita miliki adalah valid dan benar adanya..
Ya, katanya.
Namun, aku memilih mati dan membuang segala perasaan yang ada..
Aku memilih mati, di setiap badai, bahkan kala pelangi datang menghampiri.
Aku terlalu takut buat merasakannya..
Lalu memilih untuk mati dan tak mampu merasakan apa-apa.
Perasaan yang katanya valid itu tidak pernah ku dengar dari mulut siapapun, hanya ku baca pada unggahan-unggahan di internet yang seringkali lewat.
Pada unggahan-unggahan video yang membuat hati teriris karena tak bisa memvalidasi perasaan sendiri..
Lalu pada hari ini, masih ku tetapkan ia untuk mati. Untuk tak merasakan apapun, dan tidak peduli tentang apa yang terjadi hingga mungkin ada yang mau repot-repot mengubah caraku menyikapi hal-hal yang terjadi dalam hidup.
Komentar
Posting Komentar