Langsung ke konten utama

Pertanyaan yang ngga punya jawaban (1)

Revolusi itu pasti ada, karena sejatinya segala hal di dunia ini akan terus mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman....

Kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa hidupmu sekarang begini

Mengapa hidup tidak juga membuatmu bahagia, mengapa hidupmu terasa kosong dan banyak sedihnya


Mungkin juga itu semua ngga ada jawabannya. Mungkin, memang harus begitu adanya...

Mungkin, karena trauma masa lalumu yang membuatmu hidup seperti saat ini,

Mungkin, kalau nggak begini justru akan lebih buruk lagi

dan yaaa, hidupmu yang kini kau jalani adalah bagian paling tepat yang telah direncanakan semesta..


Barangkali kamu berpikir jika hidupmu begini, pasti akan lebih baik, jika hidupmu begitu, mungkin kamu akan lebih bahagia lagi, dan banyak pengandaian di kepalamu karena hidupmu saat ini tidak sesuai dengan ekspetasi...


Tapi, kamu harus tahu kalau segala hal yang kamu jalani pasti yang terbaik, 

dan jika menurutmu itu buruk, kamu mungkin dapat mengambil hikmahnya untuk menuju hidup yang lebih baik lagi..

Jika saat ini kamu sedang kesulitan,

Sedang merasa dunia ini tidak adil kepada mu,

Merasa bahwa kamu sendiri tidak bahagia sementara yang lain hidup dengan sangat senang,

Merasa dikucilkan oleh dunia;

Ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Bahwa perasaan-perasaan seperti itu adalah hal yang wajar dan lumrah adanya.

Ingatlah bahwa yang kamu lihat baik-baik saja pun punya luka yang tidak dapat disampaikan kepada dunia. Ia hanya dapat memendam itu semua, ia hanya ingin dunia tetap melihat ia kuat     


Kuingatkan, perasaan itu valid. Namun, kamu tidak perlu berlarut-larut di dalamnya.

Tidak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja hari ini,

Pulihkan dirimu dan jangan lupa buat bangkit lagi...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan di Sabtu Pagi

Hari ini pagi yang dingin, ditemani gemericik hujan dan AC kantor yang ku setting di angka 22.  Pagi ini kuputuskan sebuah langkah baru. Langkah untuk meyakini bahwa aku menikmati hidupku, meski justru terbesit keraguan ketika aku menuliskannya.  Aku menikmati dan mensyukuri bahwa pagi ini; pagi-pagi sekali aku harus berada di kantor satu jam sebelum jam kerjaku di mulai karena aku harus menumpang pada tetanggaku yang depan. Aku mensyukuri bahwa setidaknya tetanggaku tersebut adalah Kakak sepupuku dari keluarga Ayah.  Aku mensyukuri bahwa aku tidak perlu menaiki angkutan umum/ kota pagi-pagi buta sekali demi sampai sebelum jam delapan. Aku hanya perlu ikut menumpang, meski kemudian turun dan melanjutkan perjalanan. Sendirian. Karena selanjutnya kami berbeda tujuan.   Aku bersyukur bahwa aku selalu datang ke kantor sebelum jam 8, tidak pernah terlambat meski pernah ada insiden motor yang kubawa mati di jalanan. Aku bersyukur bahwa meski mati di jalan, motor ter...

Beri aku kopi, jangan beri aku hati

  Segelas kopi yang kau suguhkan kala itu saat kita sedang bercengkrama di tengah kota. Malam yang dingin. Wajahmu yang cukup muram dengan masalah yang kau bawa. Berharap bahwa aku bisa membantumu meringankan dan membuatmu lega seperti biasanya. Ternyata aku tidak bisa. Aku hanya menambah kekacauan dengan menumpahkan minuman yang kau beri itu. Sayang sekali, padahal aku cukup suka rasanya. Tetapi harus terbuang sia-sia karena aku tidak dapat menjaganya dengan baik.  Haha. Kamu malah tertawa karena aku tak sengaja mengenai minuman itu sehingga tumpah. Aku mencoba membersihkan air berwarna kecoklatan itu di meja. Vanilla latteku harus sirna tanpa bisa kunikmati dengan sepenuhnya. Kamu pun ikut membantu membersihkan. Tapi aku sedikit senang melihat wajahmu yang muram itu cerah sebentar karena ulahku. Hanya sedikit karena sisanya wajahmu muram kembali dan aku tidak berhasil membuat wajahmu cerah kembali seperti biasanya kala itu. Lalu seusai mengobrol kamu pun mengantarku kembali ...

Aku nggak suka hal yang merepotkan

 Aku adalah kebebasan. Aku adalah lambang bebas yang terkunci dan tersembunyi. Aku, kebebasan. Aku sesuatu yang berdikari. Aku tidak diatur oleh siapa-siapa kecuali yang memiliki; Tuhan pemilik semesta. Aku mengikuti aturannya, dan segala hal di luar itu bukan urusanku.