Setiap yang hidup pasti akan merasakan mati.
Kehidupan sebelum mati itu
nggak ada artinya.
Kehidupan yang hakiki itu, kehidupan setelah kematian.
Ketika sudah mati, maka kita akan hidup Kembali.
Kehidupan setelah di alam dunia akan lebih Panjang.
Ketika hari kiamat. Kita akan dibangkitkan dan dihisab. Satu
golongan masuk surga dan golongan lain akan masuk ke neraka dan disitulah makna
kehidupan yang abadi. Dapat abadi di neraka ataupun abadi di surga.
Sebagai orang islam, kita tidak akan abadi di neraka selama masih
membawa kalimat Laa illahailallah. Bisa jadi kita lalai dan melaksanakan maksiat,
maka kalimat Laa illahailallah dapat membantu kita kelak.
Namun, siapa sih yang mau mampir ke neraka dulu?
Maka, jalankanlah kalimat itu dengan sebenar-benarnya. Jadilah
hamba yang mematuhi dan menaati. Jadikanlah surga di dunia dan di akhirat
dengan kalimat Laa illahailallah dengan mengamalkannya, mematuhinya dan
menaatinya sehingga kita akan diselamatkan oleh Allah SWT. Maka kita akan Bahagia
pada kehidupan kita yang sementara dengan kehidupan yang abadi.
Jangan sampai kita lalai pada kehidupan abadi demi kehidupan
yang sementara.
Banyak yang memilih kehidupan senang di dunia tapi sengsara
di akhirat kelak.
Buat apa kemewahan dan keindahan jika ditinggalkan menuju
kehidupan yang abadi.
Maka kita harus berpikir cerdas untuk mempersiapkan
kehidupan yang abadi tanpa harus melewati neraka.
Mengapa Allah sembunyikan proses kematian sehingga adanya
kejadian mati mendadak?
Bisa ada yang mati karena kecelakaan ataupun Ketika sedang sehat-sehat
saja. Tidak adanya tanda-tanda kematian sama sekali. Yang hanya terlihat adalah
pada usia, jika semakin tua.
Kiamat saja yang menurut kita masih lama itu Allah sebut
sangat dekat. Apalagi kematian. Tidak perlu dipikirkan tanda-tanda kematian. Tapi
teruslah menjadi orang yang baik baik bagi diri sendiri maupun orang sekitar,
serta menjauhi segala larangan-Nya. Tidak ada yang bisa menolak atau
menghindari kematian. Jika ada yang memang bisa terhindar dari kematian ialah
Nabi Muhammad SAW. Namun ternyata beliau saja sudah meninggal meskipun masih
dapat mengetahui siapa saja yang bersholawat kepadanya.
diketik dari salah satu ceramah Syekh Ali Jaber.
Komentar
Posting Komentar