Langsung ke konten utama

Law of Attraction

 Law of Attraction



Apa itu Law of Attraction?

    Sebuah hukum fisika yang mengklaim bahwa apapun yang terdapat di dalam pikiran kita, maka diri kita akan menarik ke dalam hal tersebut. Law of Attraction ( LoA) merupakan hukum fisika tarik menarik antara pikiran dengan kejadian pada alam semesta yang akan terjadi pada kehidupan seseorang berdasarkan fokus dan asumsi diri sendiri terhadap sesuatu. Hal tersebut dapat terjadi baik secara sadar maupun tidak sadar, pun ketika diinginkan atau tidak diinginkan sesuai dengan fokus pikiran.


Apa contoh dari Law of Attraction?

    Ketika kita menginginkan sesuatu, maka alam bawah kita baik secara sadar maupun tidak sadar langsung menilai diri kita sendiri apakah kita mampu dalam melaksanakan hal tersebut atau justru diri sendiri langsung pesimis dan mengurungkan niat untuk dapat melakukan atau mencapai sesuatu.  Hal ini berkaitan dengan konsep LoA, dimana ketika pikiran atau fokus kita pada sesuatu adalah negatif, maka kita tidak memulai dengan mengusahakan hal tersebut dan justru malah berakhir dengan mengubur impian yang selama ini diimpikan. Impian tersebut justru berakhir hanya menjadi angan-angan belaka saja karena energi negatif yang membuat diri kita nggak mau mengusahakan hal tersebut dengan maksimal dan membuat kemunduran dari fokus atau target kita. Lain halnya ketika kita melihat sesuatu secara positif, maka kita akan lebih optimis dalam mengusahakan hal tersebut sehingga kemungkinan tarik menarik dengan apa yang kita inginkan menjadi lebih besar. 

    Manusia memancarkan vibrasi, dimana vibrasi tersebut memantul dan kembali kepada diri sendiri. Keadaan yang terjadi pada kehidupan kita berasal dari energi vibrasi. Perasaan kita menghasilkan sebuah pikiran, pikiran tersebut akan menghasilkan tindakan-tindakan yang menjadi kebiasaan sehingga hasil dari kebiasaaan tersebut membentuk karakter dalam diri yang dapat membawa kita menuju sebuah ketetapan untuk bernasib baik atau buruk.


Darimana Teori ini berasal?

    Teori ini populer ketika dituangkan dalam buku berjudul "The Secret" yang ditulis oleh Rhonda Bryne. Teori ini tidak terlepas dari hukum yang telah ada dalam ajaran agama. Menjadi tiang atau dasar yang memperkuat konsep LoA tersebut. Telah disebutkan dalam sebuah hadis, bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata Rasulullah SAW telah bersabda, bahwa "Allah SWT telah berfirman 'Aku sesua prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku" (HR Bukhori & Muslim)


Bagaimana cara menerapkan LoA ini dalam kehidupan sehari-hari?

Mengaplikasikan Law of Attraction tidak serta merta hanya fokus dan memikirkan hal yang ingin kita raih tanpa melakukan apapun. Meraih hal yang kita impikan dengan LoA ini justru adalah dampak dari diri kita yang selalu berpikiraan positif dalam mencapai mimpi kita, sehingga diri sendiri menjadi lebih percaya diri dan mendapat timbal balik atas apa yang kita pikirkan. Langkah ini dapat dilakukan untuk menerapkan LoA untuk mendapatkan apa yang diinginkan

1. Luangkan waktu untuk memikirkan apa yang diinginkan, serta bagaimana cara untuk mewujudkan hal tersebut

2. Selalu bersyukur dan berpikiran positif atas segala hal yang terjadi di dalam hidup

3. Memantaskan diri sendiri dalam meraih apa yang dicita-citakan

4. Rumuskan apa yang diinginkan menjadi kalimat-kalimat positif yang dapat membantu

5. Melakukan tindakan untuk mencapai tujuan secara konsisten 

6. Jangan menyalahkan diri sendiri jika mengalami kegagalan. Gagal adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Teruslah berusaha dan memantaskan diri sendiri agar layak mendapatkan apa yang diingkan sampai hal tersebut dapat diwujudkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan di Sabtu Pagi

Hari ini pagi yang dingin, ditemani gemericik hujan dan AC kantor yang ku setting di angka 22.  Pagi ini kuputuskan sebuah langkah baru. Langkah untuk meyakini bahwa aku menikmati hidupku, meski justru terbesit keraguan ketika aku menuliskannya.  Aku menikmati dan mensyukuri bahwa pagi ini; pagi-pagi sekali aku harus berada di kantor satu jam sebelum jam kerjaku di mulai karena aku harus menumpang pada tetanggaku yang depan. Aku mensyukuri bahwa setidaknya tetanggaku tersebut adalah Kakak sepupuku dari keluarga Ayah.  Aku mensyukuri bahwa aku tidak perlu menaiki angkutan umum/ kota pagi-pagi buta sekali demi sampai sebelum jam delapan. Aku hanya perlu ikut menumpang, meski kemudian turun dan melanjutkan perjalanan. Sendirian. Karena selanjutnya kami berbeda tujuan.   Aku bersyukur bahwa aku selalu datang ke kantor sebelum jam 8, tidak pernah terlambat meski pernah ada insiden motor yang kubawa mati di jalanan. Aku bersyukur bahwa meski mati di jalan, motor ter...

Beri aku kopi, jangan beri aku hati

  Segelas kopi yang kau suguhkan kala itu saat kita sedang bercengkrama di tengah kota. Malam yang dingin. Wajahmu yang cukup muram dengan masalah yang kau bawa. Berharap bahwa aku bisa membantumu meringankan dan membuatmu lega seperti biasanya. Ternyata aku tidak bisa. Aku hanya menambah kekacauan dengan menumpahkan minuman yang kau beri itu. Sayang sekali, padahal aku cukup suka rasanya. Tetapi harus terbuang sia-sia karena aku tidak dapat menjaganya dengan baik.  Haha. Kamu malah tertawa karena aku tak sengaja mengenai minuman itu sehingga tumpah. Aku mencoba membersihkan air berwarna kecoklatan itu di meja. Vanilla latteku harus sirna tanpa bisa kunikmati dengan sepenuhnya. Kamu pun ikut membantu membersihkan. Tapi aku sedikit senang melihat wajahmu yang muram itu cerah sebentar karena ulahku. Hanya sedikit karena sisanya wajahmu muram kembali dan aku tidak berhasil membuat wajahmu cerah kembali seperti biasanya kala itu. Lalu seusai mengobrol kamu pun mengantarku kembali ...

Aku nggak suka hal yang merepotkan

 Aku adalah kebebasan. Aku adalah lambang bebas yang terkunci dan tersembunyi. Aku, kebebasan. Aku sesuatu yang berdikari. Aku tidak diatur oleh siapa-siapa kecuali yang memiliki; Tuhan pemilik semesta. Aku mengikuti aturannya, dan segala hal di luar itu bukan urusanku.