Jadi, bagaimana?
Bagaimana jika kubilang aku betulan menyukaimu?
Bagaimana jika kubilang aku ingin terus bersama kamu, dan bahwa yang kutunggu selama ini adalah kamu?
Bagaimana?
Bagaimana jika kuungkapkan perasaan itu; yang aku sendiri pun tidak tahu kenapa aku harus jatuh hati padamu.
Menurutmu bagaimana?
Haruskah kulanjutkan ini atau kututup sebelum semuanya terlalu jauh?
Aku sendiri tidak yakin. Aku masih belum yakin akan perasaan yang kumiliki ini. Meskipun begitu, aku bisa mengakui bahwa aku menyukaimu karena tidak ada yang membuatku ingin terus-terusan melihat notifikasi pada handphone ku itu selain kamu, yang padahal kamu bukan siapa-siapa dihidupku dan aku pun tidak memiliki banyak energi untuk membalas pesan-pesan yang masuk, kecuali pesan darimu.
Cukupkah kugunakan alasan tersebut untuk mengatakan bahwa aku menyukaimu, dan mungkin saja ini telah lebih dari sekedar rasa suka?
Bagaimana jika kuucap bahwa aku menyukaimu dengan benar, dan aku pun ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku?
Tapi, pertanyaan seperti itu rasanya cukup jadi pengandaian saja untuk saat ini karena aku justru takut merusak suasana.
Namun, jika kamu kebetulan membacanya;
Aku mau meminta maaf atas itu.
Maaf karena telah menyukaimu dan bersikap seolah aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap kamu.
Maaf karena aku mengambil kesempatan untuk terus denganmu walau tidak menjadi siapa-siapamu.
Maaf dan terima kasih karena membiarkanku memiliki teman semenyenangkan dirimu.
Komentar
Posting Komentar