Katanya, ini akan buang waktu kalau tanpa kejelasan;
Katanya, aku harus pergi jika tidak ingin dipermainkan;
Katanya, aku lebih baik pergi dari awal sebelum semua terlalu menyakitkan.
Tapi, aku nggak mau. Aku nggak mau pergi. Aku mau tetap disini. Aku cuman ingin sama dia. Aku juga mau ditemani dan nggak sendirian. Aku mau sama dia meski konsekuensinya aku tidak akan menjadi seseorang yang lebih buatnya. Aku mau sama dia meski hanya sekedar bisa mendengar suaranya saja. Aku mau sama dia. Aku mau sama dia sekalipun kita bukan apa-apa. Sekalipun pemakaian kata kita disini tidak dibenarkan karena aku dan dia tidak pernah menjadi satu. Aku cuman mau dia untuk waktu yang belum ingin aku tentukan akhirnya.
Aku ingin egois kali ini. Meski aku sama sekali tidak tahu apa yang ada dipikirannya terhadapku, aku tetap mau bersama dia. Meski dia tidak kunjung memberiku sebuah kepastian, aku tetap ingin sama dia. Aku tetap ingin memperjuangkannya. Setidaknya dalam beberapa waktu. Setidaknya sampai seluruh rasaku telah kutunjukkan untuknya. Setidaknya setelah dia tahu kalau aku itu benar-benar tulus sama dia, dan nggak ada niatan nggak baik terhadap dia. Setidaknya dia harus melihat betapa aku tidak meminta apa-apa selain kehadirannya dan segala hal baik untuk dia.
Kita memang bukan apa-apa. Nggak ada ikatan. Nggak ada kejelasan. Nggak ada sesuatu yang spesial. Tapi aku jelas memiliki rasa yang berbeda. Aku jelas memilikinya.
Kita emang nggak jelas, tapi bukan berarti perasaanku samar;
Kita emang nggak jelas apa, tapi aku tahu jelas bahwa yang kemarin itu adalah ulahnya yang mencoba mendekatiku, lalu ia tidak mau bertangggung jawab;
Kita nggak jelas, dan ini cukup menyakitkan buatku.
Komentar
Posting Komentar